Senin, 30 Juli 2012

Mengatasi Cemburu

Benarkah cemburu itu tanda cinta???Benar!!!Namun akan menjadi salah bila kita menjadikan kecenburuan sebagai satu-satunya ekspresi cinta.Artinya,sebelum mencemburui pasangan,mestinya ada kesadaran dalam diri untuk mengukur sejauhmana kualitas kasih sayang,perhatian,kepercayaan,kesetiaan,nasihat,dan hal menyenangkan lainnya yang kita berikan untuk pasangan.Yang dikhawatirkan adalah bila kesanggupan kita hanya sebatas mencenburui,tapi tidak mampu memenuhi bejana cinta dalam ungkapan yang lebih utama.Yaitu kewajiban suami istri sebagaimana tersurat dalam akad nikah.
Ada baiknya kita renungkan bait-bait syair berikut :
Pernikahan…….
Mengajar kita kewajiban bersama
Suami menjadi pelindung,kamu penghuninya
Suami adalah nahkoda kapal,kamu navigatornya
Suami bagaikan balita yang nakal,kamu adalah penuntun kenakalannya
Saat suami menjadi raja,kamu nikmati anggur singgasananya
Seketika suami menjadi bisa,kamulah penawar obatnya
Seandainya suami masinis yang lancang,bersabarlah ‘tuk memperingatkannya.

Cemburu adalah fitrah manusia.Jika ada manusia yang tidak memiliki rasa cemburu,maka ia telah kehilangan fitrah dan nuraninya. 

Cemburu timbul karena beberapa sebab :
1. Pudarnya mawaddah warahmah.Artinya,kalau salah satu kondisi ini tidak tercapai.pasti akan timbul rasa cemburu.Padahal salah satu tujuan pernikahan adalah waja’ala bainakum mawaddata warahmah.Artinya “Dijadikan diantara lak-laki dan perempuan itu mawaddah warahmah.”Mawaddah itu nafkah jasmani,sedangkan rahmah itu nafkah ruhani.Sehingga kalau dalam rumah tangga itu ada mawaddah dan rahmah,maka akan tercipta kondisi sakinah.Sebaliknya,bila tidak ada mawaddah dan rahmah,maka kecemburuan akan mendominasi.
2. Orang yang sudah menikah,darah dagingnya telah menyatu.Al-Qur’an mengistilahkannya sebagai mitsaqan ghalidza :Ucapan lahir dan batin yang teramat kuat,hanya mati yang mampu memisahkannya. mitsaqan ghalidza ini akan rusak,bila kita memiliki ikatan dengan orang lain,atau ada wanita atau laki-laki lain dalam rumah tangga kita.Bila dihati suami atau istri ada orang lain selain pasangannya,maka akan menimbulkan cemburu.Biasanya,suami yang baik atau istri yang baik akan mudah mendeteksi adanya satu tanda berbeda pada pasangan yang dihatinya ada orang lain.Maka,berhati-hatilah terhadap firasat orang beriman,karena ia melihat dengan cahaya Allah.
3. Perhatian dan pengertian yang kurang.Cemburu bisa datang seiring berkurangnya perhatian dan pengertian pasangan.Dalam islam,nikah adalah amanah yang sangat besar,karena mempertaruhkan syahadat,shalawat,istigfar dan mempertaruhkan kebesaran mesjid tempat dilangsungkannya akad nikah.Kalau kita tahu bahwa menikah adalah amanah,maka dibutuhkan keseriusan menjaga amanah tersebut dengan memberikan perhatian kepada pasangan.
Kecemburuan lahir karena adanya rasa memiliki dalam diri.Ketika orang yang dikasihinya memberikan perhatian kepada orang lain,rasa cemburu itu akan muncul.Dalam batas-batas tertentu cemburu itu memang perlu untuk menunjukkan adanya rasa cinta.Kalau berlebihan,cemburu berpotensi merusak hubungan yang sudah terjalin.Cemburu yang sehat adalah cemburu yang tidak membatasi gerak hidup dan mematikan langkah seseorang.Sedangkan cemburu yang tidak sehat (bahkan merusak) adalah cemburu yang tidak lagi mengenal pertimbangan akal.
Cemburu yang “meledak-ledak”biasanya dimiliki orang-orang yang cenderung posesif (merasa memiliki)terhadap pasangannya.Jika seseorang terkena cemburu buta,maka pikiran dan perasaannya cenderung tertutup.Ia akan selalu gelisah dan takut kalau orang yang disayanginya membagi perhatian kepada yang lain.Orang yang dicemburui pun akan terganggu hidupnya.Padahal kehidupan semakin komplek,dimana setiap orang membutuhkan penyebaran konsentrasi.Dalam arti seseorang harus fokus menjalankan aktivitasnya.Jika seseorang tidak mampu menyebarkan konsentrasinya,ia akan kehilangan momen-momen penting dalam hidupnya.Waktunya banyak terbuang untuk mengurusi kecemburuan pasanganya.
Rasa cemburu bisa timbul karena faktor pengalaman masa lalu.Misalnya,sering dikecewakan sehingga terbengkalai perasaannya,merasa tidak dihargai keberadaannya dan sebagainya.Pengalaman dalam struktur keluarganya pun bisa menentukan tingkat kecemburuan seseorang.Orang yang biasa dimanjakan dengan limpahan kasih sayang keluarga,cenderung memiliki tuntutan lebih besar untuk selalu dicintai.Taupun sebaliknya,seseorang yang kurang mendapatkan kasih sayang dikeluarganya.Saat mendapatkan pasangan,ia akan menuntut perhatian dan kasih sayang lebih.
Cemburu Yang Tak Terungkap
Cemburu tidak hanya terjadi pada wanita.Laki-laki pun memiliki kadar cemburu yang sama dengan wanita,bahkan praktiknya bisa lebih buruk.Wanita dianggap lebih pencemburu,karena aspek emosi dan afektifnya relatif lebih besar.Sedangkan laki-laki dianggap lebih rasional.
Karena karakter orang itu berbeda-beda,ada yang ekstrovert (terbuka)dan introvert (tertutup),maka cemburu pun terwujud dalam bentuk berbeda pula.Orang yang ekstrovert akan langsung mengungkapkan rasa cemburunya.Sedangkan orang yang introvert cenderung untuk menyembunyikannya.Rasa cemburu yang tidak diungkapkan bisa mengganggu kesehatan mental,apalagi kalau melebihi batas normal.Ternyata,tidak hanya orang introvert yang berpotensi depresi kala cemburu,orang yang terbuka pun mempunyai potensi besar untuk depresi,bahkan bisa lebih buruk jika tidak bisa mengendalikannya.
Teknik Meredam Cemburu
Teknik ampuh meredam rasa cemburu adalah memfungsikan peran rasio/akal.Jangan terlalu memperturutkan perasaan.Jangan lupa menempatkan emosi sebagai hal dominan dalam kehidupan pribadi.Artinya fungsi rasio/akal dan fungsi emosi harus seimbang dan harmonis.
Selain itu,evaluasi diri bisa dijadikan acuan untuk menyikapi rasa cemburu secara bijak.Caranya bisa melalui introspeksi diri atau analisis rasioanal (pertimbangan akal).Ketika cemburu melanda,fakta nyata pun harus dikedepankan.Tujuannya agar seseorang tidak mudah menyalahkan pasangannya karena dirasa sudah tidak perhatian lagi.
Andai cinta itu masakan,maka cemburu adalah bumbunya.Masakan akan hambar bila tidak memakai bumbu.Masakan pun bisa membuat perut melilit bila kelebihan bumbu.Masakan baru terasa lezat bila bumbunya tepat dan proposional.
Cemburu adalah tanda cinta,bahkan tanda kesempurnaan cinta.Mustahil seseorang yang mengaku cinta terhadap pasangannya tapi ia tidak memiliki rasa cemburu.Seperti halnya bumbu,cemburu akan “nikmat rasanya”bila diungkapkan secara proposional,adil,tidak kurang namun tidak  berlebihan.Betapa banyak suami atau istri bertanya-tanya dalam hati,”Apakah pasanganku benar-benar mencintaiku??”Mengapa??Karena sikapnya “dingin-dingin saja”tidak pernah cemburu.
Sebaliknya,ada pula suami atau istri yang pusing tujuh keliling karena pasangannya sangat pencemburu.Kemana-mana selalu diawasi.Apapun dicurigai,bagaikan sipir penjara mengawasi tahanan!!!Benar-benar tidak sehat bagi dirinya sendiri,tapi juga tidak sehat untuk pasangan dan orang-orang terdekatnya.”Cemburu Buta”begitu orang menyebutnya.Disebut “Cemburu Buta”karena landasan berpijaknya bukan lagi akal atau pertimbangan logika,namun emosi yang cenderung dikendalian nafsu.
Sumber Kecemburuan
Seperti halnya bentuk emosi lain seperti marah,sedih,suka,benci dan lain sebagainya.Cemburu adalah bentuk emosi biasa hadir dalam sebuah hubungan.Diduga,pencetus utamanya adalah terganggunya rasa aman (dalam hubungan cinta).Ketika seseorang merasa aman dengan pasangannya,dalam arti tidak akan membagi cintanya dan perhatiannya dengan yang lain,otomatis rasa cemburu itu tidak akan muncul.Sebaliknya,seseorang tidak akan merasa aman,bila ia berpikir pasangannya akan membagi cinta.
Kurangnya rasa aman tampaknya selaras dengan yang diungkapkan James Park dalam bukunya Loving Without Jealously (Mencintai Tanpa Cemburu)Menurutnya ada tiga hal yang dapat membangkitkan rasa cemburu dalam hubungan cinta.Yaitu pembandingan,persaingan,dan takut kehilangan.
Sangat wajar bila seseorang yang merasa hubungan cintanya tidak aman,akan terobsesi untuk membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain.”Pasanganku sudah tak cinta lagi!!!Hiks…hiks…karena ada yang lebih perhatian daripada aku!!!hatciiih….”Menjadi ungkapan standar.Kemudian lahir obsesi untuk bersaing dengan siapa pun yang diduga akan merebut hati pasangannya.Ujung-ujungnya adalah takut kehilangan si dia.
Menghadirkan Rasa Aman
Hal yang terpenting dalam manajemen cemburu adalah “bagaimana menghadirkan rasa aman dalam diri setiap pasangan.”Ada dua Ikhtiar untuk mendapatkannya.
Pertama,Ikhtiar Batin.Rasa aman itu tempatnya di hati.Hati akan diselimuti rasa aman,tenang,dan tentram bila digantungkan kepada Allah Swt.Dzat yang membolak-balikkan hati.Difirmankan dalam Qs.Ar-Ra'd ayat 28,……dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.Ingatlah,hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.Orang yang hatinya bulat kepada Allah,tidak akan pernah takut kehilangan apapun,termasuk pasangan hidupnya.Sebab,ia sudah “menitipkannya”Kepada Allah.”Ya Allah,sesungguhnya suami/istriku adalah milik-Mu.Maka berilah penjagaan kepadanya agar terhindar dari fitnah dan keburukan nafsu.Berikanlah yang terbaik baginya.”Demikian doa dan harapan mereka.
Kedua,Ikhtiar Lahir.Tidak cukup hanya menyerahkan kepada Allah.Ikhtiar lahir pun harus dijalankan.Misalnya dengan saling menasihati,membangun komunikasi aktif sehingga tumbuh rasa saling percaya dan hilangnya prasangka,terus menigkatkan kualitas,dan sebagainya.
Ketika ikhtiar lahir dan batin dijalankan secara optimal,insya Allah kehidupan rumah tangga akan berjalan lebih harmonis.Adaipun rasa cemburu itu tetap hadir,maka kehadirannya akan menambah “Sedapnya”hubungan cinta suami istri.Bagaikan bumbu menyedapkan masakan.Wallahua’lam.
Manajemen Cemburu
Bila api cemburu mulai menyala,apa yang harus kita lakukan??berikut ini beberapa tips praktis untuk memadamkannya.
Alihkan Perhatian
Jangan terlalu memfokuskan diri pada perasaan cemburu.Semakin kita “menghayatinya”,maka hati akan semakin panas,pikiran menjadi tidak objektif dan badan “panas dingin”.Alihkan pada hal-hal produktif,seperti menyibukkan diri dengan pekerjaan,anak,hobi,atau ibadah.
Jangan Mendramatisasi
Api cemburu akan semakin besar bila kita mendramatisasi atau berprasangka berlebihan.”Pasti suami saya sedang…….ia pun akan dingin kepadaku.Lalu menikah lagi.”Tegaskan pada diri untuk berhenti setiap kali pikiran berkembang tak terkendali.
Keluarkan Unek-unek
Saat hati sedang panas,ambil buku catatan,lalu tumpahkan isi hati sepuas-puasnya.Kalau bisa buat puisi,lagu atau yang berkaitan dengan isi hati.Bisa pula dengan menangis.Yang penting hati menjadi plong???
Tetap Berpikir Positif
Hilangkan pula anggapan bahwa semua laki-laki/wanita itu tidak dapat dipercaya,menyalahkan orang lain,dan lain sebagainya.
Turunkan Ambang Kecemburuan
Bayangkan suasana yang membuat kita cemburu,pasangan ngobrol dengan lawan jenis misalnya.Bayangkan sampai kita tidak cemburu lagi.Setelah itu tingkatkan kedekatan hubungan pasangan dengan membayangkan ia berjalan dengan lawan jenis sampai kita tidak cemburu lagi.Kendalikan imajinasi sampai disana.Lakukan dengan penuh kesadaran,bahwa kita sedang cemburu.
Kendalikan Diri
Usahakan tidak termakan emosi.Cari informasi yang BAL (Benar,Akurat,dan Lengkap),apakah benar pasangan telah”membagi cinta”Bila benar,cari pemecahan masalah yang menguntungkan kedua belah pihak,plus introspeksi diri.
Agar Cemburu Tak Jadi Bencana
Ketika kita sudah mengetahui penyebab menyalanya api cemburu,maka perlu adanya kepandaian diri untuk mengelola cemburu ini agar tidak mendatangkan bencana.
- Yakini nikah itu amanah.Tidak hanya amanah dari orang tua dan mertua,tapi juga amanah dari Allah Swt.Sehingga kita harus menjaganya sebaik mungkin.
- Berusaha untuk memuliakan pasangan.Kemuliaan seorang suami berawal dari cara ia memuliakan istrinya.Pun kemuliaan seorang istri berawal dari cra ia memuliakan suaminya.Bila rumah tangga sudah diwarnai suasana saling memuliakan,maka Yang Maha Mulia akan memuliakan rumah tangga tersebut.
- Bangun komunikasi terbuka.Keterbukaan antara suami atau istri,mulai dari hubungan intim,masalah nafkah,masalah pergaulan,masalah bahasa,sampai masalah keluarga itu sendiri.Dengan adanya keterbukaan,semua masalah akan lebih mudah diselesaikan.
-  Menurut Rasulullah Saw,amalan yang dicintai Allah setelah amalan wajib adalah menggembirakan pasangan hidupnya.Jadi,apapun yang kita lakukan,harus berada dalam koridor mengegmbirakan pasangan.
Bangun rasa saling percaya.Mempercayai pasangan adalah sebuah keniscayaan.Namun kita pun dilarang untuk menyalahgunakan kepercayaan tersebut.Hilangkan berbagai prasangka yang berpotensi membangkitkan rasa tidak percaya kepada pasangan kita.
Kikis habis egois.Rumah tangga yang didominasi egoisme akan jauh dari ketentraman dan cenderung tidak bertahan lama.Bukankah setan bersama orang-orang egois.
Pandai-pandailah memuji pasangan.Entah karena pijatannya,masakannya,kegiatannya,atau kepandaiannya serta potensi lain yang ia miliki.Seorang suami yang baik adalah yang pandai memuji kelebihan istrinya.Dan itu akan menjadi sumber kebahagiaan dalam rumah tangga.Wallahua’lam.
Sumber : Internet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar